Bank BCA Cabang Bengkulu Ingkari Penetapan Pengadilan Agama

  • Whatsapp

Terpercayanews, – Uang tabungan alm Jhon Edwar ke Bank BCA Cabang Bengkulu senilai Rp 475. 000.000 yang awalnya disimpat oleh alm ke Bank BCA senilai Rp 200.000.000 pada tanggal 7 Agustus 2018. Setelah itu kembali melakukan penyimpanan ke Bank BCA Cabang Bengkulu senilai Rp 275.000.000  pada tanggal 23 September 2019. Namun uang yang sudah hak milik istri dan anak dari alm Jhon Edwar yang bernama Fatmawati dan Sadam Husein selaku ahli waris atas peninggalan suami dan ayahnya yang meninggal pada tanggal 26 Januari 2020 di Rumah Sakit M Yunus Kota Bengkulu, uang tabungan di Bank BCA Cabang Bengkulu tidak bisa diambil.

Bahkan hasil dari penetapan pengadilan agama Bengkulu dengan nomor penetapan 44/Pdt.P/2020/PA.Bn telah menjatuhkan penetapan salahsatunya bahwa, Jhon Edwar bin Zainal Arifin Limin meninggal dunia pada tanggal 26 Januari 2020 meninggalkan ahli waris kepada Fatmawati binti Ahmad Fathona (sebagai istri) dan Sadam Husein bin Jhon Edwar (sebagai anak kandung).

Menurut keterangan dari kuasa hukum ahli waris yaitiu Ana Tasia Pase, SH.,MH sebelumnya para ahli waris tersebut sudah mengajukan ke Pengadilan Negeri untuk memperjuangakan hak mereka, dan hampir sudah bisa dicairkan uang tersebut,  namun tiba-tiba mendapat telfon dari pihak lain yang mengatasnamakan ahli waris yang difasilitasi oleh salah satu oknum di Bank BCA Cabang Bengkulu pada akhirnya uang tersebut gagal untuk dicairkan.

“Pertama para akhli waris kuasa hukum ibu Fatmawati sudah mengajukan ke Pengadilan Negeri pada waktu itu. Na tinggal cair, tiba-tiba ada telfon dari pihak yang menyatakan akhli waris, itu difasilitasi oleh salah satu oknum orang BCA saat itu, jadi nggak jadi cair.” tutur Ana, Senin (16/11/2020).

Lebih lanjut Ana menjelaskan, “dipengadilan Negeri bahwa dua orang ini ditetapkan sebagai akhli waris, kemudian BCA minta penetapan dari pengadilan agama. Sudah ada penetapan nomor 44. Akan tetapi, dengan pengacara terdahulu dicabut tanpa sepengetahuan akhli waris, na munculah penetapan nomor 54 isinya disini menyatakan bahwa pertama akhli waris pak Edwar bukan cuma dua orang tapi menjadi lima orang. Didalam menimbang keputusan itu katanya kedua akhli waris ini setuju untuk memasukan tiga orang ini,” ungkapnya.

Namun setelah ditanya kepada ahli waris mereka tidak mengerti soal penambahan ahli waris menjadi lima orang, “setelah kita tanya, orang awam, nggak paham soal itu,” kata Ana.

Menariknya, ketika kuasa hukum dari ahli waris yaitu Ana Tasia, mempertanyakan kepada pihak BCA Cabang Bengkulu, malah mengatakan penetapan yang dikeluarkan pengadilan agama tersebut cacat.

“Bingung dong kok bisa cacat, kalau cacat, seharusnya pihak terkait didalamnya mengajukan upaya hukum, setidaknya melakukan peninjauan kembali, karena ini penetapan tidak ada upaya banding dan kasasi. Nyatanya tidak ada sampai hari ini. Kemudian dia bilang ada sengketa? Meletakan sengketa itu ada laporan Polisi ataupun ada gugatan, itu tidak ada,” ucap Ana.

Sebelumnya mereka sudah mengirimkan somasi kepada pihak Bank BCA Cabang Bengkulu dengan meminta pihak Bank BCA untuk dapat mencairkan uang yang menjadi hak ahli waris, “Kita tunggu haris Senin ini, karena sudah masuk suratnya itu dibulan dua, sayaratnya sudah masuk semua, nggak ada halangan nggak bisa dicairkan. Ternyata tidak juga,” kata Ana.

Menyikapi hal itu, Humas dari Bank BCA Cabang yaitu Emil Wijaya mengungkapan, “Silahkan konfirmasi ke pihak pengecara dari kedua belah pihak, karena saat ini masalah ini masih ditangani oleh pengecara kedua belah pihak. BCA baru bisa mencairkan jika permasalahan kedua belah pihak sudah selesai,” ungkapnya. (3f)

 

Pos terkait