Dewan Sarankan Pemerintah Kota Bengkulu Buat Surat Rekomendasi ke BPN Terkait Sertifikat Tanah Warga Sekitar SMAN 9

  • Whatsapp

TERPERCAYANEWS.com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bengkulu dalam hal ini gabungan dari Komisi I dan Komisi III menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama BPN Kota Bengkulu, Bagian Pemerintahan, Bagian Hukum Sekretariat Daerah Kota Bengkulu serta Bidang Aset BPKAD Kota Bengkulu terkait soal sertifikat tanah warga yang tinggal di sekitar SMAN 9 yang terletak di jalan WR. Supratman, Bentiring, Muara Bangka Hulu yang tidak diakomodirnya permohonan penerbitan sertifikat tanah oleh BPN Kota Bengkulu, Senin, 20 September 2021.

Dalam rapat RDP yang dipimpin oleh Ketua Komisi I Teuku Zulkarnain, diketahui sebanyak 35 orang warga yang rumahnya berada di sekitar SMA Negeri 9 ini telah mengajukan penerbitan sertifikat tanah kepada BPN Kota Bengkulu, namun ditolak dengan alasan tercatat sebagai Plotting Tanah Pemerintah Kota Bengkulu.

“Warga minta Pemkot mengeluarkan surat rekomendasi yang menyatakan bahwa tanah tersebut bukan aset Pemda. Persoalan tanah ini memang kita harus berhati-hati, karena rentan menimbulkan konflik,” kata Teuku.
Menanggapi hal tersebut, pihak BPN Kota Bengkulu mengaku masih harus mempelajari surat rekomendasi yang akan dikeluarkan oleh Pemerintah Kota Bengkulu. Namun sepanjang narasi surat rekomendasi tersebut tidak bertentangan dengan peraturan yang berlaku serta memang ada pernyataan dari Pemerintah Kota Bengkulu bahwa tanah yang dimaksud memang bukan aset Pemkot, pihak BPN pasti akan memproses pengajuan penerbitan sertifikat oleh warga.
Sementara itu Anggota Komisi I lainnya Ariyono Gumay menilai persoalan aset memang masih menjadi kelemahan Pemerintah Daerah. Ia menyarankan Pemerintah Kota Bengkulu untuk melakukan inventarisir/sensus secara komprehensif terhadap aset serta pengamanan aset berkelanjutan.
“Maka dari itu saran saya segera lakukan sensus aset secara keseluruhan dan lakukan pengamanan aset dengan cara pemagaran atau pembuatan sertifikat agar kejadian-kejadian konflik akibat sengketa aset kita tidak terulang lagi.” saranya (ef/adv)

Pos terkait