Diduga Motor Terpeleset Melewati Jembatan Gantung, Warga Kota Bengkulu Meninggal Disungai Rawas Muratara

Terpercayanews – Ajisyah Subianto (25), warga kota Bengkulu Kelurahan Anggut Atas, Kecamatan Ratu Samban hanyut di Sungai Rawas Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) ditemukan dalam keadaan tak bernyawa.

Jasad Ajisyah ditemukan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Muratara dengan keadaan mengapung di pinggir sungai sekitar 1 kilometer dari lokasi pertama korban terjatuh dari jembatan gantung, dengan kondisi tubuh sudah membengkak.

“Pencarian hari ketiga, jasad korban ditemukan siang tadi,” kata Kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Muratara, Syarmidi dikonfirmasi Rabu (20/5/2020).

Tim gabungan melakukan pencarian korban dengan cara menyisiri Sungai Rawas mengunakan perahu karet LCR (landing craft rubber).

Tim gabungan terdiri dari anggota TRC BPBD Muratara, Badan SAR Nasional (Basarnas), dan warga setempat.

Setelah ditemukan, jasad korban langsung dibawa ke Puskesmas Surulangun untuk dibersihkan sebelum dipulangkan ke daerah asalnya di Bengkulu.

Ajisyah Subianto hanyut setelah terjatuh dari jembatan gantung yang menghubungkan antara Kelurahan Pasar Surulangun dan Desa Surulangun di Kecamatan Rawas Ulu, Kabupaten Muatara.

Ajisyah dan temannya bernama Pir mengendarai sepeda motor lalu terpeleset saat melintasi jembatan gantung karena licin usai diguyur hujan.

Motor mereka terpeleset. Nah yang terjatuh ini cuma si Ajis. Sementara temannya Pir dan motornya tidak jatuh,” kata Camat Rawas Ulu, Abdul Kadir.

Ajisyah dan Pir merupakan satu tim yang bekerja di bagian pemasangan papan reklame salah satu produk rokok.

Ajisyah dan Pir mengendarai sepeda motor menyeberangi jembatan gantung itu pada Minggu (17/5/2020) malam, sekitar pukul 22.00 WIB.

Nahas, sepeda motor mereka terpeleset, hingga Ajisyah terjatuh ke sungai dari atas jembatan dengan ketinggian sekitar enam meter dari permukaan sungai.

Melihat Ajisyah terjatuh, temannya Pir langsung terjun ke sungai untuk menolong korban.

Dalam keadaan gelap karena malam hari, Pir berusaha mencari temannya itu untuk menariknya ke tepi sungai.

Pir sempat memegang tangan korban Ajisyah, namun air sungai sangat deras sehingga pegangan tangan mereka terlepas.

Pir kemudian tak menemukan Ajisyah lagi, diduga Ajisyah tenggelam karena tak kuat melawan arus.

Akhirnya Pir memilih untuk berenang ke tepi sungai meninggalkan temannya yang terhanyut itu.

Tiba di tepi sungai, Pir langsung memberi tahu warga setempat bahwa temannya Ajisyah terhanyut.

Warga kemudian beramai-ramai mencari korban, menelusuri sungai dengan perahu dan peralatan seadanya.

Pos terkait