Melakukan Pencemaran Nama Baik, Bank Mandiri Cabang Bengkulu di Gugat

  • Whatsapp

Terpercayanews – Diduga telah melalkukan pencemaran nama baik, Ahmad Durmawel melalui pengecara Made Sukiade, SH menggugat Bank Mandiri Cabang Bengkulu.

Dalam surat Somasi dengan kop surat “Kantor Pengecara / Penasihat Hukum CENTRAL KEADILAN” berkedudukan di Jl Jend. Sudirman No. 08, yang ditujukan kepada Pimpinan Bank Mandiri Cabang Bengkulu beralamat Jl. Letjend S. Parman No. 183 Kota Bengkulu, dalam surat tersebut berisikan bahwa pihak istansi (Bank Mandiri) telah melakukan kelalaian dalam melakukan Ceklis terhadap indetitas dalam pemberian Kredit terhadap Sdr. Wahyudin, sementara identitas sdr Wahyudin atau NIK nya adalah palsu dan sangat jelas alamat sdr Wahyudin dengan alamat Klien kami (pengecara) Ahmad Durmawel adalah sangat berbeda, di satu sisi alamat sdr Wahyudin adalah di Jl. Bayangkara No : 6 Rt. 005 Rw. 001 Sidomulyo Ratu Agung Kelurahan Anggut Bawah, sedangkan alamat atas nama Ahmad Durmawel adalah ber alamat di Jl. Jend Sudirman (2) Kelurahan Pintu Batu Kecamatan Teluk Segara Kota Bengkulu.

Berdasarkan hal tersebut Ahmad Durmawel melalui Pengecaranya Made Sukiade, SH menyatakan sangat dirugikan. Karena sama sekali tidak pernah menjadi Debitur atau melakukan pinjaman pada isntansi Bank Mandiri.

Dengan perihal ini Bank Mandiri di Gugat senilai Satu Miliar. Menurutnya bahwa gugatan tersebut dikarenakan akibat kelalaian dari Bank Mandiri memeriksa dan meneliti identitas nasabah yang akan melakukan transaksi di Bank Mandiri.

“Kita sudah melakukan Somasi ke Bank Mandiri karena kami menilai Bank Mandiri telah merugikan klien kami dengan tidak teliti dalam memeriksa identitas nasabah, ditambah dari perbuatan atau kelalaian dari Bank Mandiri diduga terjadi tindak pidana pemalsuan surat,”jelas Made Sukiade, Jum’at (17/07/2020).

Diungkapkan Made, kelalaian oleh pihak Bank Mandiri menyebabkan nama baik klienya rusak dan tercecer.

“Ini pencemaran nama baik akibat kelalaian dalam memeriksa identitas nasabah sehingga klien kami tidak bisa melakukan transaksi di Bank lain, dan telah dirugikan secara materil dan moril,” ungkapnya dilansir dari infobengkulen.com.

Diceritakan Made, Somasi yang di layangkan pada Bank Mandiri berawal dari klien nya Ahmad Durmawel ingin melakukan kredit rumah, namun pengajuan kredit tersebut ditolak oleh pihak Bank, dikarenakan ada BI Cheking atau terdapat tunggakan hutang di perbankan. Setelah ditelusuri ternyata Nomor Induk Kependudukan (NIK) klien nya sudah tercatat sebagai nasabah di Bank Mandiri dan pinjaman itu tidak dibayar. Sehingga dengan hal tersebut atas nama Ahmad Durmawel dianggap cacat dan tidak bisa melakukan transaksi.

“Jelas ini ada pelanggaran undang-undang perbankan kita sudah Somasi Bank Mandiri sebanyak dua kali,”. Tutur Made

Ketika media ini meminta konfirmasi kepada pihak Bank Mandiri Cabang Bengkulu atas hal tersebut belum bisa memberikan keterangan. (Eef).

 

Pos terkait