Disperindak Akan Lakukan Operasi Pasar Guna Mengatasi Kelangkaan Gas LPG 3 kg

  • Whatsapp

Terpercayanews, – Kelangkaan gas Liquified Petroleum Gas LPG 3 kg yang terjadi di Kota Bengkulu, Pemerintah Kota Bengkulu melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Perindag) akan menggelar operasi pasar di 9 Kecamatan selama 3 hari kedepan. Hal tersebut diungkapkan Kadis Perindag Dewi Dharma, Senin (12/10/3020) sore.

“Dalam rangka mengatasi kelangkaan ini. Kita akan menggelar operasi pasar di 9 Kecamatan di Kota Bengkulu. Untuk hari Selasa (13/10/2020), kita akan melakukan operasi di 4 Kecamatan yakni Kecamatan Ratu Agung, Muara Bangkahulu, Selebar dan Kampung Melayu. Kegiatan operasi pasar tersebut dilakukan di Kantor camat masing-masing,” jelas Dewi.

Sedangkan untuk hari Rabu dan Kamis. Disperindag akan menggelar di 5 Kecamatan yang tersisa.

“Hari Rabu (14/10/2020), kita menggelar operasi pasar di Kecamatan Ratu Samban, Sungai Serut dan Teluk Segara. Sementara pada hari Kamis (15/10/2020), kita menggelar operasi pasar di Kecamatan Singgaran Pati dan Gading Cempaka,” ungkapnya.

Tidak tanggung, demi mengatasi kelangkaan gas LPG 3 yang terjadi di masyarakat beberapa hari ini, Disperindak akan menyiapkan 2240 tabung gas LPG 3 kg bersubsidi dengan kerjasama 4 agen dari Pertamina.

Dalam operasi pasar tersebut, bagi warga yang ingin menukar tabungnya, harus dapat menunjukkan foto copy Kartu Tanda Penduduk (KTP) atau, Kartu Keluarga (KK) sebagai tanda bukti. “Diharapkan adanya operasi pasar ini dapat mengatasi kelangkaan yang ada. Operasi ini khusus warga yang benar-benar membutuhkan. Jadi, apabila ada yang mampu dari segi financial untuk tidak membeli gas LPG bersubsidi ini,” Katanya.

Sidak Gas LPG 3 Kilogram, Disperindag Tidak Temukan Kelangkaan

Selasa, (15/9/2020) Kadis Perindag Kota Bengkulu Dewi Dharma mengatakan, hasil dari sidak yang dilakukan tidak ditemukan kelangkaan. Ia memprediksi, jika penyaluran dari pangkalan ke masyarakat yang tidak sesuai teknis.

“Kuota gas LPG 3 Kilogram tidak mengalami pengurangan. Dari hasil sidak kami ke lapangan, tidak terjadi sama sekali kelangkaan. Kemungkinan penyaluran dari pangkalan ke masyarakat yang sempat terjadi kesalahan teknis, sehingga banyak warga yang kesulitan mendapatkan gas ini,” ujarnya.

Selain itu, dalam sidak ini juga ditemukan adanya pangkalan yang tutup, sedangkan stok gas yang tersedia masih banyak. Untuk itu, pihaknya akan kembali menurunkan tim untuk memberikan surat peringatan kepada pangkalan gas tersebut.

“Kami akan segera berkoordinasi dengan agen, dan akan memberikan sanksi kepada pangkalan-pangkalan yang nakal yang tidak menyalurkan gasnya sesuai peruntukan yaitu untuk masyarakat miskin, Nelayan kecil, dan Usaha Mikro,” terangnya.

Sejak surat tersebut dilayangkan kepada pangkalan yang tercatat tidak menyalurkan gas LPG kepada masyarakat, berpotensi pangkalan tersebut akan dicabut izinnya dengan berkoordinasi dengan dinas perizinan.

“Jika sanksi dan surat peringatan nantinya tidak diindahkan, maka kami akan segera berkordinasi dengan dinas perizinan untuk mencabut izin pangkalan tersebut,” tutupnya (3f/ADV)

Pos terkait