Melalui Puisi, Seniman Bengkulu Kritik Kebijakan Pemerintah

  • Whatsapp

Terpercayanews – Memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-75. Penggiat Seni Bengkulu turut memeriakan hari yang penuh semanagt ini, salah satunya aksi teaterikal dengan mengsusng tema “Merdeka Bukan Hanya Diatas Tiang”. Para seniman Bengkulu ini memakai atribut isolasi dengan dibungkuskan ke seluruh tubu, lalu dipenuhi cat berwarna merah putih digelar di depan halaman Taman Makam Pahlawan Balai Buntar Kota Bengkulu.

“Aksi ini sebagai bentuk cara kami memperingati hari Kemerdekaan sebagai wujud bebas berekspresi dan beraspirasi,” ujar Zuan, Koordinator aksi, Senin (17/08/20).

Kegiatan aksi ini juga diwarnai dengan pembacaan puisi oleh Andes Beta dengan judul “Merangsang Merdeka Kata Usang”. Ketika ditanya kenapa mengangkat tema Pusi ini?, ia menilai sekarang ini masih banyak (PR) pemerintah yang belum sejalan dengan harapan rakyat. Dimulai dari tingkat Nasional, pemerintah sepertinya masih berkukuh keras untuk mengesahkan RUU Omnibus Law yang sangat berdampak buruk bagi pekerja buruh.

“Rencananya dalam RUU itu akan menghilangkan upah minimum dan menggantikanya dengan penerapan upah perjam,” uangkap Andes.

Meskipun ada pernyataan yang menyebut buruh dengan jam kerja minimal 40 jam sepekan akan mendapatkan upah seperti biasa, tapi bagi buruh dengan jam kerja kurang dari 40 jam akan mendapatkan upah dibawah minimum.

“Belum lagi ketika pekerja sakit, menjalankan ibadah seusai kewajiban agamanya, ditambah lagi cuti melahirkan; maka upahnya tidak lagi dibayar karena pada saat itu dianggap tidak kerja,” Lanjut Andes saat diwawancarai selesai acara.

Lanjutnya, “Tidak itu saja yang sekarang ini menjadi permasalahan yang kita harus hadapi selain melawan pademi Covid-19. Kita tidak lupa dengan kasus hilanya aktivis HAM Munir yang sekarang ini belum terungkap siapa dalang dari semua itu,” terang Andes pembaca Puisi.

Sementara itu pegiat seni ini juga menyinggung ekspoilitasi yang kerap terjadi di Bengkulu, pendirian PLTU yang akan berdampak buruk bagi kesehatan masyarakat serta buruknya bagi lingkungan kehidupan masyarakat. Dan aktivitas tambang Batu Bara yang seharusnya sudah harus dievalusi!.

Mereka juga mengajak seluruh elemen masyarakat harus kembali kepada cita-cita perjuangan pahlawan yang berhasil mengusir penjajah. Terlebih lagi di tengah pandemi virus yang sangat meresahkan seluruh umat manusia yang harus diisolasi mandiri melumpuhkan gerakan kemajuan bangsa. (Eef).

Kutipan puisi karya Andes Beta

“Merangsang”

Merdeka kata using

Menara simbol merdeka

Bukan itu saja mari kita buka

Hukum jadi alat kuasa

Bukan rasa iba

Pendidikan seremonial belaka

Aparat takut kata-kata

Pejuang kebenaran jiwanya dipenjara

Korporat tambah gagah

Merdeka!

Hanya Kata-kata

Pos terkait