Muslihan DS Negatif Covid-19, Kevalidasian Hasil Swab Covid-19 RSMY Dipertanyakan

  • Whatsapp

Terpercayanews – Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu Herwan Antoni (01/09) merilis bahwa telah terjadi penambahan kasus Covid-19 dengan nomor 344 laki-laki berusia 41 tahun, dan kasus 345 juga seorang laki-laki berusia 74 tahun beralamat di Kota Bengkulu

Namun, setelah dilakukan pengecekan di laboratorium Mayapada Hospital oleh Dokter Patology Prof. dr. Marzuki Suryaatmadja SpPK(K) menunjukan hasil pemeriksaan Imunology bahan PCR SARS-Cov-2 (Covid-19) bahwa atas nama H. Muslihan Diding Soetrisno berusia 74 tahun alamat Kecamatan Singaran Pati Kota Bengkulu “Negatif Covid-19” dengan metode Real Time RT-PCR yang ditandatangani oleh Dr. Marliana N.L Gaol SpPa, MH Kes.

Sementara itu, Helmi Hasan yang juga disebut terkonfirmasi Positif Covid-19 dengan diberi nomor kasus 344 oleh Ketua Gugus Percepatan Penanganan Covid-19, ketika dihubungi melalui via telpon mengaku bahwa ia sekarang ini dalam keadaan sehat walafiat.

“Alhamdulilah saya sehat, tidak mengalami gejala demam tinggi yang biasa dirasakan pasien positif Corona,” terang Helmi dikutif dari Infobengkulen.com.

Kejadian ini tepat mendekati hari-hari pendaftaran calon Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Bengkulu, maka menuai pertanyaan kevalidasian hasil tes Swab Covid-19 Laboratorium Rumah Sakit M Yunus (RSMY) tersebut. Bagaimana tidak, seperti dilansir dari kabarrafflesia.com apakah ada konflik kepentingan RSMY Covid-19? Mengingat Muslihan DS merupakan bakal calon Gubernur yang akan mendampingi Helmi Hasan dan akan bertarung dengan Gubernur Rohidin Mersyah pada Pilkada 2020 mendatang.

Bahkan pengamat politik Universitas Bengkulu (UNIB) Mirza Yasben turut berbicara terkait permasalahan ini, seperti dikatakanya bahwa dalam politik semuanya bisa saja terjadi. Termasuk bila seseorang Gubernur mengintervensi bawahnya untuk mengatur status seorang pasien menjadi positif atau negatif.

Kendati ia tidak menuduh, Mirza mengatakan Rohidin sebagai Gubernur yang kembali maju dalam gelangang pesta demokrasi tentu akan menggunakan berbagai macam cara untuk ‘menjatuhkan’ penantang-penantangnya.

“Apalagi hasil laboratorium dari RSMY berbeda dengan yang di Jakarta, ini akan menimbulkan pertanyaan di masyarakat, yang mana yang benar,” kata Mirza, Selasa (01/09).

Terlebih lagi, kejadian beda hasil lab ini bukan yang pertama kali terjadi pada RSMY Bengkulu. Sebelumnya pernah juga ada seorang warga Kota Bengkulu yang dinyatakan positif Covid-19 oleh RSMY Bengkulu, tetapi ketika dilakukan tes di linggau hasilnya negatif.

“Artinya kredibilitas RSMY dipertanyakan. Pimpinan tertingginya, Kepala Dinas Kesehatan dan termasuk Gubernur harus mampu menjawab ini,” ungkap Mirza (eef)

 

Pos terkait