Panafsiran SE Tanggung Jawab OPD, Evaluasi Kinerja Dinas Pendidikan

  • Whatsapp

Terpercayanews – Masuknya murid Sekolah tahun ajaran 2020-2021, Senin, 13/07/2020. Beberapa Sekolah dinilai telah melanggar Surat Edaran (SE) walikota No.420/9.19/1.D.DIK/2020 Tgl 12 Juli 2020. Dimana materinya mempertegas bahwa sistem belajar mengajar ditingkat TK/PAUD/PKBM/SD/MI/SMP/MTs tetap menggunakan metode daring. Pelangaran ini membuat Ketua Fraksi PAN DPRD Kota Bengkulu Kusmito Gunawan bereaksi. Meminta walikota mengevaluasi kenerja jajaranya di Dinas Pendidikan Kota Bengkulu. Sebab kesalahan penafsiran Surat Edaran tersebut sepenuhnya tanggung jawab OPD terkait.

“Kita mendapat info bahwa ada beberapa Sekolah yg membuat tafsir baru dan menerbitkan aturan yg berbeda, misal mengharuskan anak datang ke Sekolah, daftar ulang, belajar di kelas, dsb. Ini tentunya keliru, saya selaku Ketua Fraksi PAN DPRD Kota Bengkulu menilai ada yang belum pas dari sosialisasi atas Surat Edaran ini dan tentunya menjadi tanggung jawab kepala dinas Dikbud Kota Bengkuku dan pejabat dilingkunganya. Ketidakberesan ini tentunya mejadi bahan evaluasi kinerja dinas oleh walikota,” Ujar Kusmito, Senin (13/07/2020).

Menurut ia, “Saya harus katakan bahwa saya percaya 1000 persen atas data pemerintah yg disampaikan oleh tim gugus tugas nasional dan daerah. Faktanya per Munggu 12 Juli 2020 kasus positif Covid berjumlah 75.699 dan positif Provinsi Bengkulu berjumlah 163, terbanyak ada di Kota Bengkulu,” ujarnya

lanjut Kusmito “Saya juga tidak sepakat jika new normal diterapkan pada tingkat pendidika. Tujuan new normal dalam surat Menkes beberapa bulan lalu adalah untuk dunia usaha, kerja dan industi. Tambah keliru jika ada orang tua yang menyamakan dengan aktivitas dipasar, mall, tempat hiburan, jajanan, masjid, dll. Jelas, itu aktivitas untuk orang dewasa yg sudah mengerti tentang Covid dan ilmunya. La anak-anak yg masih kecil, umur kecil, ilmu kecil disamakan, Anak-anak itu dunia bermain, dan sangat rentan tidak menerapkan protokol kesehata,”

Diujung, Kusmito mengajak untuk kita semua tidak terbelenggu dengan asumsi yang menyatakan proses belajar via daring (online) tidak efektif dan efisien. Ia pun mengingatkan bahwa proses ini sementara hingga badai pandemi benar-benar berlalu.

“Sabar, dan yakin tidak akan bodoh dan tertinggal anak-anak kita ketika tetap untuk sementara ini belajar secara daring, yang penting metode dan pembaharuan cara belajarnya harus menjadi perhatian kita bersama,”. (Red)

Pos terkait