Rapat Paripurna, Dewan Apresiasi Program Pemerintah Kota Bengkulu

  • Whatsapp

TERPERCAYANEWS.com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bengkulu Kamis, 23 September 2021 menggelar rapat paripurna dengan agenda pemandangan umum fraksi-fraksi terhadap pengantar nota penjelasan Walikota Bengkulu atas Raperda tentang perubahan APBD Kota Bengkulu tahun 2021.

Hadir dalam rapat tersebut Wakil Walikota Bengkulu Dedy Wahyudi, unsur pimpinan DPRD Kota Bengkulu beserta seluruh jajaran yang dibuka langsung oleh Ketua DPRD Kota Bengkulu Suprianto di Kantor DPRD Kota Bengkulu, Kamis, 23 September 2021.

Dalam rapat itu, Suprianto mempersilahkan masing-masing Fraksi untuk menyerahkan laporan pemandangan umum Fraksinya terhadap nota penjelasan Walikota Bengkulu atas Raperda tentang perubahan APBD Kota Bengkulu tahun 2021 dimulai dari Fraksi PAN, Gerindra, PKS, Golkar, Demokrat, Hanura, Nasdem, PKB dan PPP.

“Dipersilahkan masing-masing fraksi untuk menyampaikan atau menyerahkan laporannya.” kata Suprianto.

Dimulai dari Fraksi PAN, Ketua Fraksi PAN DPRD Kusmito Gunawan mendukung berbagai kebijakan Pemkot Bengkulu dalam menyejahterakan masyarakatnya seperti program HD Bersalin, Bansos, bantuan gas 3 kg.

“Tapi semua ini harus diperkuat dengan regulasi hukum agar lebih efisien dan efektif ke depannya.” ucap Kusmito.

Sementara itu, Fraksi Gerindra melalui jubirnya memberikan apresiasi dan beberapa masukan kepada Pemkot terutama apresiasi atas naiknya PAD dan meminta penyertaan modal di BPRS Fadhilah dapat dikelola dengan baik.

Beberapa Fraksi lainya dalam paripurna tersebut juga memberikan kritik, masukan dan saran kepada Pemkot Bengkulu mengenai Raperda tentang perubahan APBD Kota Bengkulu Tahun Anggaran 2021.

Sementara itu, Wakil Walikota Bengkulu, Dedy Wahyudi sepakat fokus pada meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), karena itu merupakan salah satu modal pembangunan.

“Dalam hal ini kita ada dana pusat ke daerah, dan Bapenda sudah menyusun strategi supaya terjadi peningkatan.” kata Dedy.

Dedy Wahyudi menyampaikan, peningkatan PAD difokuskan mulai dari pajak hotel dan restoran karena Kota Bengkulu merupakan daerah industri. Selain itu, bidang pariwisata juga akan di maksimalkan. Pada pucak pandemi hotel banyak tutup, namun Pemkot berinisiatif setiap melaksanakan kegiatan dilakukan dihotel yang ada di Kota Bengkulu secara bergilir, dan kini hotel-hotel juga sudah mulai buka serta wisatawan mulai ramai, usaha-usaha ekonomi kuliner sudah mulai tumbuh.

“Termasuk juga target parkir, awal-awal pandemi target parkir menurun, tapi sekarang kita maksimal, ada titik baru, contoh di Kota Tuo, awalnya tidak ada parkir tapi karena ada kawasan wisatawan baru maka kita bikin titik parkir baru.” ungkap Dedy.

Dedi Wahyudi mengapresiasi saran dan kritik yang disampaikan oleh DPRD Kota Bengkulu, karena hal itu demi kebaikan masyarakat Kota Bengkulu.

 

Pos terkait