Sebanyak 25 KPM Sejahtera di Kecamatan Pagar Jati Mundur Dari PKH

  • Whatsapp

TERPERCAYANEWS.com – Sebanyak tiga Desa di Kecamatan Pagar Jati, Rabu, 21 April 2021 secara serentak mengundurkan diri dari keanggotaan penerima Program Keluarga Harapan (PKH). Karena Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dari Kemensos ini dikarenakan sudah memiliki usaha sendiri untuk menopang kebutuhan mereka.

Disampaikan Angga pendamping PKH kecamatan Pagar Jati, sebanyak 25 KPM di 3 Desa yang ada di Kecamatan Pagar Jati dengan uraian, 11 KPM dari Desa Datar Penokot, 10 KPM dari Desa Arga Indah I, dan 5 KPM dari Desa Temiang, serentak melakukan graduasi mandiri, mundur dari PKH. Secara sadar dan ikhlas melepaskan keanggotaan dikarenakan mereka sudah mampu dan sejahtera, seperti membuka peternakan, kolam lele, berjualan kerupuk, membuka warung, berkebun, dan masih banyak lagi usaha lainnya.

Selain itu, dari antara mereka selain sudah memiliki rumah yang dinilai layak huni bahkan sudah memiliki kendaraan roda 4, tentu proses menggraduasi KPM cukup menghabiskan waktu yang terbilang lama, dikarenakan pendamping harus memberikan pemahaman dengan merubah pola pikir (mindset) kepada KPM bahwa siapa pun yang keadaan ekonomi sudah makmur harus segera mengundurkan diri dari PKH. Karena PKH khusus diperuntukkan untuk masyarakat yang miskin.

“Menggraduasi KPM tentu melalui proses yang terbilang cukup lama supaya KPM mau mundur secara sadar. Kita harus memberikan pemahaman bahwa bantuan PKH ini dikhususkan oleh pemerintah untuk masyarakat yang miskin dan memenuhi kriteria teknis, seperti, harus ada komponen (tanggungan) dan memiliki rumah yang tidak layak huni. Bagi KPM yang memiliki rumah yang bagus dengan ekonomi sejahtera, apalagi bagi yang sudah punya mobil dirumahnya, itu harus mundur dari PKH,” kata Angga.

Selain itu, dengan keyakinan dan usaha membuka usaha sendiri dari penerimah PKH sebelumnya, Angga mengucapkan terima kepada KPM yang bersedia mengundurkan diri dari PKH, karena sangat susah memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa bantuan ini dikhususkan untuk orang yang tidak mampu, karena secara manusiawi ketika ada bantuan semua orang merasa layak menerimanya, dan semua orang mengaku sebagai orang miskin.

“Alhamdulillah sudah ada yang sadar dan mengundurkan diri dari PKH, meskipun meyakinkan KPM untuk mundur dan berhenti menerima bantuan sangat susah, secara manusiawi, pasti semua orang menginginkan bantuan, dan semua orang pasti ngaku miskin kalau ada bantuan, tapi itulah tantangan dari pendamping, bagaimana meyakinkan KPM, dan merubah mindset masyarakat dari yang hobi memiskinkan diri menjadi pribadi yang berusaha kaya,” ungkap Angga.

Perwakilan salah satu dari penerima KPM Desa Datar Penakot yakni Sakut Hati, ia mengatakan atas bantuan selama ini yang mereka terimah mengucapkan terimakasih kepada pemerintah khususnya kementrian sosial (kemensos) yang telah memberikan bantuan di PKH.

“Kami mengucapkan banyak terima kepada Kemensos, kami sudah cukup terbantukan dengan adanya PKH, dengan adanya PKH keadaan ekonomi kami berangsur membaik bahkan kami sudah bisa menabung walaupun sedikit, untuk menambah usaha kami,” tutur Sakut Hati KPM Desa Datar Penokot.

Untuk diketahui, Program Keluarga Harapan (PKH) merupakan program dari pemerintah pusat melalui kementrian sosial (kemensos) yang ditujukan untuk keluarga pra-sejahtera dengan kriteria-kriteria yang sudah ditentukan. Keluarga Penerima Manfaat (KPM) harus memenuhi syarat khusus, salah satunya, KPM berasal dari keluarga utuh, harus memiliki komponen dan berasal dari keluarga dengan tingkat ekonomi rendah ditandai dengan rumah yang tidak layak huni.

KPM dari PKH ini diperuntukkan untuk keluarga dengan tingkat ekonomi pra-sejahtera, ketika KPM sudah dianggap mampu dan taraf ekonomi membaik maka KPM harus mundur dari kepesertaan PKH secara sadar dan sukarela menjadi KPM graduasi mandiri. (APO27)

 

Pos terkait