Sejarah Buruk, Arus Listrik Meteran KPID Bengkulu di Cabut

  • Whatsapp

Terpercayanews – Pencabutan Meteran Arus Listrik dikantor Komisi Penyiaran dan Informasi Daerah (KPID) oleh petugas PLN cabang Bengkulu menjadi catatan sejarah terburuk birokrasi pemerintah Provinsi Bengkulu.

Peristiwah yang menarik perhatian berbagai pihak ini mendapat respon oleh salah satu anggota DPRD Provinsi Bengkulu Usin Abdisyah.

“Pencabutan Meteran Arus Listrik di Komisi Penyiaran dan Informasi Daerah (KPID) Provinsi Bengkulu adalah sejarah terburuk birokrasi pemerintah Daerah Provinsi Bengkulu dalam pencairan dana Hibah APBD bagi Lembaga Daerah sejak Provinsi Bengkulu ini terbentuk,” jelas Usin, Rabu (10/06/20).

Sebagai Anggota Komisi 1 DPRD Provinsi Bengkulu yang salah satu mitranya adalah Kominfotik dan KPID menyatakan Kecewa terhadap Peristiwa yang memalukan ini. Bahkan ia mempertanyakan bagaimana pencairan dana Hibah lembaga dan stakeholders lainya.

“Bagaimana dengan pencairan Dana Hibah lembaga dan stakeholders yang lain, mengapa yang lain bisa dicairkan sementara yang lain tidak,” ungkap Usin Sembiring dengan nada sedikit kesal dan marah.

Lanjut Usin, jika pemerintah Daerah Provinsi Bengkulu tidak mencairkan dana hibah yang dimandatkan dalam APBD Provinsi Bengkulu, saya mengajak warga untuk membantu KPID dengan menyumbangkan berapapun nilainya agar KPID Bengkulu bisa memasang kembali KWH meter listrik agar kantor KPID bisa beroperasi lagi.

“Mari adik sanak masyarakat Provinsi Bengkulu kita bantu pemerintah untuk membayar tagihan listrik KPID. Save KPID Bengkulu,” tutup Usin (Eef)

Pos terkait