Wafat Di RSHD M Yunus, Nyaris Dimakamkan Ala Covid-19

  • Whatsapp

TERPERCAYANEWS.com, – Almarhumah Jasmawarni berusia 72 tahun mengalami konflikasi, dan menghembuskan nafas terakhir dirumah sakit M Yunus sekitar pukul 20.15 WIB.

Menurut keterangan anak almarhumah, ibu Jasmawati sudah hampir lima tahun belakangan ini mengalami sakit jantung. Sejak itu ia harus mengkonsumsi obat dibawah petunjuk dokter. Namun dikarenakan terlalu sering mengkonsumsi obat hingga berdampak pada organ ginjalnya.

“Ibu sudah sakit jantung sejak lima tahun terakhir dan sudah mengganggu organ ginjal karena terlalu sering konsumsi obat,” kata Donni Osmond.

Diceritakannya, sebelumnya pihak keluarga enggan untuk dibawah ke rumah sakit, “Tapi melihat kondisi semakin memburuk, akhirnya dibawa ke rumah sakit Tiara Sela. Dari Tiara Sela dirujuk ke rumah sakit M Yunus, dan orang tua kami meninggal dunia,” ujar Donni Osmond.

Masalah baru timbul setelah almarhumah meninggal, pasalnya almarhumah divonis meninggal dengan status sebagai pasien Covid-19.

“Kami tidak bisa membawa pulang jenazah, karena diduga ibu kami terinfeksi virus Covid- 19. Dan sempat bertegang urat leher hingga pihak kepolisian yang jaga datang mengamankan situasi,” ungkap Donni Osmond

Dokter yang bertugas pada waktu itu yang enggan menyebutkan identitasnya bersikeras untuk tidak membawah jenazah sebelum hasil swab keluar.

Dikatakan Donni Osmond, akhirnya diambil kesepakatan jika memang terbukti Covid-19 kami dari anak-anak ikhlas. Tapi jika tidak orang tua kami wajib kami makamkan selayaknya umat muslim.

“Jujur sedih ketika melihat jenazah orang tua kami dibiarkan didalam kamar tanpa ada anak-anak, tanpa ada saudara yang mengiringi do’a disamping jenazah pada malam jenazah meninggal dunia,” tutur Donni Osmond.

Namun, pada siang hari, hasil swab keluar dan hasilnya ibu Jasmawarni negatif Covid-19.

“Alhamdulillah hasilnya negatif dan orang tua kami di makamkan layaknya umat Islam. Dimandikan, dikafani dan disholatkan secara layak,” ujar Donni Osmond.

“Saya berharap semoga kedepannya tindakan profesional harus dikedepankan jangan sampai merugikan jenazah dan keluarga,” tambahnya

Pos terkait