Wakil Walikota Lubuk Linggau Apresiasi Program Pemkot Bengkulu

  • Whatsapp

Terpercayanews – Melakukan kunjungan kerja dan studi banding ke Kota Bengkulu, Wakil Walikota Lubuk Linggau H Sulaiman Kohar mengapresiasi program-program Pemerintah Kota Bengkulu, diantaranya program HD Oto, Gerakan Peduli Yatim (GPY), Gerakan Peduli Siswa (GPS), 1001 Janda dan 3 ini 1 duka cita Disdukcapil.

Kunjungan kerja yang berlangsung di rumah makan Kampoeng Pesisir, bersama rombongan H Sulaiman Kohar mengungkapkan pada kunjungan ini ia sekalugus bersilahturahmi dengan Pemerintah Kota Bengkulu. Beberapa program yang menarik perhatian dari porogram-program pemerintah Kota Bengkulu salah satunya ia itu HD Oto.

“Program ini benar-benar menguntungkan masyarakat khalayak luas dengan terbantu transportasinya untuk melakasanakan kegiatan pribadi, seperti untuk akad nikah dan prosesi pernikahan. Ini sebuah terobosan program yang menarik bagi saya dan ini harus dipelajari Pemerintah Lubuklinggau nantinya,” kata Sulaiman.

Kehadiran Wakil Walikota Lubuklinggau H Sulaiman Kohar dan rombongan tersebut disambut hangat oleh Plt Walikota Bengkulu Dedy Wahyudi. Ternyata setelah berbincang-bincang, Sulaiman juga takjud dengan program GPY dan GPS milik Pemkot Bengkulu.

“Saya takjub sekali dengan program GPY dan GPS ini. Program ini sangat menyentuh warga yang dibilang tidak mampu. Dan disini peran pemerintah hadir dengan mengadopsi anak yatim yang ada di Kota Bengkulu. Tentu hal ini sangat membantu anak-anak yatim tersebut dengan menyantuninnya setiap bulan. Saya apresiasi sekali program seperti ini yang memberikan sentuhan langsung kepada masyarakat. Dan begitu juga dengan program GPS milik Pemkot ini,” tuturnya.

Selain itu, Sulaiman juga mengagumi program Pemkot Bengkulu lainnya yakni program 3 ini 1 Disdukcapil, rumah ibadah buka 24 jam dan lainnya.

“Saya sangat setuju sekali adanya program rumah ibadah 24 jam. Karena rumah ibadah ini bukan hanya saja digunakan untuk ibadah saja dan dapat digunakan untuk kegiatan lainnya seperti musyawarah dan kegiatan-kegiatan positif lainnya. Kalau di tempat kita (Kota Lubuklinggau), Walikota mengeluarkan surat edaran (SE) yang mewajibkan warga menggunakan rumah ibadah untuk melangsungkan akad nikah. Hal ini dilakukan karena banyak warga kita yang tidak mampu ataupun tidak memiliki rumah yang tidak layak dihuni,” tambahnya.

Ia berharap kunker ini dapat menjadikan Pemkot Lubuklinggau dan Pemkot Bengkulu saling bersinergi untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakatnya. (BF)

Pos terkait